Pages

Sabtu, 20 Desember 2014

MEDIA AUDIO


TEKS AUDIO NASKAH DRAMA PERILAKU TERPUJI
Dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan Media dan Sumber Belajar PAI.





Dosen Pengampu           : Dr. Sukiman, M.Si
              Disusun Oleh                 : Sofiatul Azizah (13410148)
                                                       Fera Nofiana A (13410190)
                                                            Harun Ikhwantoro (13410193)
                                                
                                      


Pendidikan Agama Islam
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
2014

Naskah Drama Perilaku Terpuji
Tema               : Perilaku Terpuji
Sub Topik        : Menerapkan Perilaku Terpuji
Sasaran            : Anak-anak SD/MI kelas 3

Musik              : Down-up-down
Ann                 : Assalamu’alaikum wr.wb
Inilah siaran radio Pendidikan Agama Islam yang dikembangkan dan dikelola oleh mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Siaran ini ditujukan kepada siswa SD/MI di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta.
Musik              : Down-up
Ann                 : Selamat berjumpa kembali anak-anak SD/MI kelas 3
Pada kesempatan kali ini kami hadir memberikan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam sub bidang studi Pendidikan Agama Islam dengan materi pokok “Perilaku Terpuji
Musik              : Down-up
Ann                 : Setelah selesai mendengarkan program ini, kalian akan dapat:
a.    Menjelaskan apa saja perilaku terpuji.
b.   Menjelaskan manfaat perilaku terpuji.
c.    Menerapkan perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari.
Baiklah, sekarang mari kita dengarkan dialog yang terjadi di sebuah keluarga sederhana antara Anak yang bernama Nadia dan Ayahnya.
Narator            : Pagi itu setelah sholat subuh di masjid,  Nadia pulang kerumah  penuh dengan rasa penasaran dengan apa yang dikatakan oleh ustadz yang berceramah di masjid itu, dengan langkah kaki yang cepat Nadia pun sampai dirumah lalu menemui ayahnya.
Nadia              : “ Assalamu’alaikum, Ayah?? Nadia ingin berbicara dengan Ayah, Nadia ingin bertanya soal ceramah Pak Sabdo tadi di masjid”.
Ayah               : “ iya nak, mau bertanya soal apa? InsyaAllah Ayah akan menjawab”.
Nadia              : “Pak Sabdo berkata kalau kita itu harus menyayangi binatang dan selalu menyanyangi lingkungan seperti firman Allah di Q.S Al Baqarah ayat 29 dan Q.S Al Qashas ayat 77 agar kita disayang Allah”.
Ayah               : “ iya, binatang  adalah makhluk hidup yang wajib kita sayangi. Mengapa? Karena manusia itu diciptakan sebagai khalifah atau pemimpin, nah, sebagai khalifah manusia itu wajib memelihara hewan dan lingkungan di bumi ini. Nadia tau? Allah menciptakan apapun yang ada di bumi ini bukan tanpa tujuan. Allah menciptakan itu untuk memenuhi kebutuhan manusia”.
Nadia              : “lantas, apa yang wajib Nadia lakukan sebagai manusia? Agar nadia juga bisa disayang Allah?”.
Ayah               : “tentu Nadia harus selalu mengasihi dan menyayangi hewan-hewan, hewan itu memiliki banyak manfaat bagi manusia, contohnya Sapi. Air susunya bisa diminum, dagingnya bisa untuk lauk pauk, kulit dan bulunya bisa untuk peralatan rumah tangga dan kotorannya bisa untuk pupuk bagi para petani”.
Nadia              : “ ohh begitu ya yah? Kalau dengan lingkungan, apa yang harus Nadia lakukan, Ayah?”.
Ayah               : “ yaa, apabila kita sayang terhadap lingkungan, kita harus berusahan agar lingkungan tempat kita selalu terjaga. Hal-hal yang harus kita jaga dari lingkungan itu seperti kebersihannya, keindahannya, kerapiannya, ketertibannya, ketentramannya dan kelestariannya jangan sampai kita merusak”.
Nadia              : “ohh begitu ya, Nadia paham sekarang. Tapi Nadia pernah lihat yah, waktu pulang sekolah , teman Nadia buang sampah di sungai. Berarti itu bukan perilaku terpuji, besok Nadia bakal marahin teman Nadia itu agar dia sadar”.
Ayah               : “(tertawa kecil) iyaa Nadia, itu bukan perilaku terpuji, tapi Nadia tidak usah memarahi teman Nadia itu, cukup Nadia beri nasehat agar tidak menyinggung perasaannya”.
Nadia              : “ oh begitu ya yah? Siaap deh yah, sendiko dawuh!!”.
Narator            : begitulah percakapan yang terjadi diantara Nadia dengan Ayahnya, disini kita dapat simpulkan bahwa kita harus selalu menyayangi hewan dan lingkungan yang ada disekitar kita, karena sesuatu yang di ciptakan Allah itu mempunyai tujuan dan manfaat bagi manusia, maka sebagai manusia yang baik kita harus selalu menjaganya agar tetap lestari”.
Ann                 : Demikianlah siaran radio pendidikan agama islam yang dikembangkan dan dikelola oleh mahasiswa fakultas tarbiyah jurusan pendidikan agama Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, semoga bermanfaat bagi anak-anak SD/MI kelas 3. Aamiin. Assalamu’alaikum wr. wb.


Rabu, 17 Desember 2014

Lelaki Miskin dari Yaman yang Doanya Tidak Tertolak

Lelaki Miskin dari Yaman yang Doanya Tidak Tertolak

ilustrasi @pinterest
ilustrasi @pinterest
Tidak perlu minder, galau ataupun malu jika menjadi orang yang miskin secara harta. Karena kemuliaan seorang manusia tidak hanya terletak pada seberapa besar jumlah kekayaannya. Miskin hanya salah satu episode ujian dalam hidup, yang dengannya itu, seorang manusia harus bersabar dan berusaha sungguh-sungguh agar tidak menggadaikan imannya karena kemiskinannya.
Ada yang mengatakan, terlahir miskin bukan kesalahan. Tapi jika mati dalam keadaan miskin, itulah kesalahan yang sebenarnya. Barangkali kalimat ini tidak harus ditelan mentah-mentah. Karena yang terpenting adalah usaha dengan sunggh-sungguh. Terkait hasil, itu adalah urusan prerogatif Allah Ta’ala.
Tengoklah sejarah. Ada sahabat yang awalnya kaya raya, setelah masuk Islam memfokuskan diri dengan dakwah hingga wafat di medan perjuangan dengan tidak menyisakan apa pun sebagai warisan berbentuk harta. Bahkan, kain kafan untuk beliau saja tidak cukup. Tapi, sahabat tersebut dijamin surga oleh Rasulullah Saw. Beliau wafat dalam keadaan miskin, tapi berhasil masuk surga. Apakah ini sebuah kesalahan?
Suatu hari Rasulullah Saw pernah berkata kepada Umar bin Khaththab dan ‘Ali bin Abi Thalib. Beliau menyebutkan akan ada seorang shaleh dari Yaman yang doanya didengar dan dikabulkan oleh Allah Ta’ala. Nabi bersabda, “Jika berjumpa dengannya, minta tolonglah agar dia berdoa untuk kalian.”
Rupanya, lelaki shaleh asal Yaman yang dimaksud oleh Rasulullah Saw adalah sosok miskin. Bahkan beliau berjalan dengan menyertakan ibunya dari Yaman ke Makkah. Sesampainya di Makkah, beliau melakukan Thawaf di sekitar Ka’bah dengan menggendong ibunya. Meskipun miskin, lelaki shaleh ini sangat berbakti kepada ibunya. Beliau adalah Uwais al-Qarni yang namanya senantiasa harum dalam sejarah kegemilangan Islam dan kaum muslimin.
Demikianlah sejarah mengajarkan kepada kita. Kemiskinan harta hendaknya tidak menjadikan seseorang minder. Sebab orang miskin yang sabar akan senantiasa dirahmati Allah Ta’ala dan senantiasa berada dalam keberkahan-Nya.
Tentu saja, kemiskinan tidak menjadi sebuah pembenaran. Seorang muslim harus berupaya sekuat mungkin agar bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Karena sejatinya, kemiskinan bukan terletak pada harta. Justru ketika seseorang merasa haus harta, meski uangnya berlimpah, justru ialah yang mengidap penyakit miskin. Dan, mereka yang hidup pas-pasan, namun merasa cukup dengan karunia Allah Ta’ala, merekalah sejatinya sosok yang kaya. [Pirman] http://kisahikmah.com/lelaki-miskin-dari-yaman-yang-doanya-tidak-tertolak/

Kisah Hikmah 
Like FB : Bersama Dakwah